Menu
Properti Niaga

Jual Beli Rumah, Tanah, dan Properti di Area Solo

085712345216

Langenharjo, Grogol, Sukoharjo

Pebisnis Property merespon Usulan DP KPR 0%

Monday, February 13th 2017.

Pebisnis Property merespon Usulan DP KPR 0%

Pebisnis Property merespon Usulan DP KPR 0%

Saat anda membeli rumah, salah satu kewajiban yang harus anda tunaikan adalah memberi Down Payment (DP) atau uang muka. Baik itu apartemen, rumah tapak, rumah susun ataupun jenis property lainnya.
Besaran DP minimal yang terus disesuaikan oleh pemerintah diyakini akan terus mendorong gairah pertumbuhan pada saktor property. Melalui Bank Indonesia, KPR konvensional rencananya akan kembali diturunkan menjadi 15%. Ini setelah juni lalu yang sudah diturunkan menjadi 20% dan 15% untuk DP KPR syariah.
Secara berurutan, masyarakat wajib membayar DP sejumlah 15% untuk rumah tapak pertama dengan luas 70 meter persegi. 20% untuk rumah kedua, dan 25% berlaku untuk rumah ketiga.
Berbeda dengan rumah tapak dengan luas bangunan 22 – 70 meter persegi. Konsumen diharuskan melunasi DP hanya 15% untuk rumah kedua dan 20% untuk rumah ketiga. Ini sesuai dengan perubahan LTV.
Pemerintah mengarahkan LTV (Loan to Value) untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Terlebih di tengah ekonomi yang semakin melambat sekarang ini masyarakat menengah kebawah harus dibantu dalam memenuhi kebutuhan riil.
Namun ternyata, masyarakat tidak cukup dimudahkan dengan kebijakan lama yang di buat oleh pemerintah.
Rumah Dibawah 50 Juta DP hanya 0%
Wacana penurunan uang muka KPR ini ditanggapi oleh Ketua Umum Asosiasi Pengembang perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo. Beliau mengusulkan bahwa sebaiknya uang muka rumah ditiadakan saja.
DP yang dihapus dinilai sebagai kebijakan yang lebih efektif dan tepat guna membantu calon pembeli rumah pertama. Dengan ini sector bisnis dan industry property tanah air dapat kembali bergairah.
Ia mengkonfirmasi bahwa saat ini konsumen sangat kesulitan dengan ketentuan DP pada awal transaksi rumah. Terlebih saat ini daya beli yang turun dan kondisi ekonomi yang melambat.
Dan nampaknya Rachmad Udaya (Co-Founder Margonda Realty) yang juga praktisi property sependapat dengan Eddy. Beliau mengutarakan bahwa peniadaan uang muka layak untuk diterapkan asal menyasar target konsumen yang dituju.
Rachmad Udaya memaparkan “Selaku pemain di bidan property, saya cukup setuju dengan Bapak Eddy. Agar tepat sasaran, konsumen yang mendapatkan fasilitas DP 0% hanya konsumen yang membeli rumah pertama kali. Itupun dengan harga jual rumah yang di bawah Rp 500 juga.”
“Penghapusan DP dirasa akan memberi stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini tengah slow down” Paparnya.

Properti Terbaru

Sudah Laku
Perumahan Murah di Surakarta
Sudah Laku
Harga Rumah Murah Di Sukoharjo
Sudah Laku
Rumah Dan Tanah Dijual Di Solo